Cara Budidaya Ikan Gurame Agar Cepat Besar

10 min read

Harga Ikan Gurame

Budidaya ikan Gurame atau Gurami adalah peluang bisnis yang bagus, karena nilai ekonomis tinggi. Ikan asli Indonesia tersebut sudah menyebar sampai ke Perairan Asia Tenggara juga Cina. Sebagai pemakan tumbuhan, ikan Gurame terkenal karena citarasanya yang gurih dan lezat.

Ikan Gurame atau Osphronemus Goramy, menjadi komoditas air tawar yang mampu bertahan hidup pada lingkungan air kurang oksigen. Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI):01-6485.2-2000, udara segar adalah sumber oksigen bagi ikan Gurame.

Mengapa Harus Budidaya Ikan Gurame

Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak tahun 2019 telah meningkatkan program prioritas dalam sektor ekonomi, yaitu melalui budidaya ikan agar perekonomian nasional tumbuh.

Tahun 2018, produksi perikanan budidaya, termasuk Gurami, Lele, Nila, Mujair, Patin, dan lainnya terus tumbuh, dengan data sebagai berikut:

Gurami 68,15%
Lele 56,32%
Patin 31,7%
Nila 7,6%

 

Selain lele, patin, nila, mujair, tombro, gabus, atau lainnya, Gurame menjadi komoditi ikan air tawar yang dominan. Permintaan sangat besar dengan harga seeringnya lebih tinggi dibandingkan jenis ikan tawar lain. Coba lihat infografik berikut.

Harga Ikan Gurame

Apa yang anda pelajari dari gambar tersebut?

Tentu saja, ikan Gurame memiliki harga yang cenderung stabil. Bahkan, pada beberapa wilayah, ikan tersebut justru punya nilai jual lebih tinggi dibandingkan jenis ikan tawar lainnya.

Alasan lain agar anda harus budidaya ikan gurame adalah berikut:

  • Kaya protein
  • Bisnis budidaya gurami tidak ada matinya, karena digemari berbagai kalangan
  • Permintaan pasar sangat banyak
  • Pakan mudah dan selalu tersedia
  • Banyak informasi panduan budidaya
  • Bisa dimulai dengan modal minim yaitu 4 hingga 5 juta rupiah dengan ukuran kolam 100 meter persegi.

Syarat Budidaya Ikan Gurame

Berikut adalah hal-hal yang harus anda perhatikan sebelum mulai budidaya ikan gurami:

  • Ikan Gurame tumbuh pada suhu 24 sampai 30 derajat Celsius
  • Ketinggian air kolam mulai 70 hingga 150 cm
  • Kualitas air bersih (air sungai, air sumur, atau air hujan)
  • Oksigen terlarut 2 mg per liter.
  • Ketinggian lokasi 50 hingga 400 m dpl.
  • pH 7-8
  • Tekstur tanah liat tida porous, lempung berpasir (untuk kolam tanah)
  • Kemiringan tanah 3-5% untuk mempermudah pengairan (kolam tanah)
  • Kedalaman 100 hingga 120 cm, pakai sistem air mengalir (kolam tanah)

Jenis-Jenis Ikan Gurame

Secara umum, berikut adalah berbagai jenis ikan gurame yang sering dipilih:

Gurami Soang

Nama lainnya adalah Angsa. Gurame ini sangat populer di Jawa Barat, dengan ciri khas dahi menonjol ke bagian atas, sehingga meningkatkan anda pada angsa.

Soang diambil dari Bahasa Sunda yang bermakna Angsa. Panjang tubuhnya mencapai 65 cm sedangkan bobot maksimal hingga 8 km. Gurame ini mampu menghasilkan telur mulai 3.000 hingga 5.000 butir dalam sekali pemijahan.

Gurami Bastar

Jenis gurami ini dapat anda temukan secara mudah di Jawa Barat, terutama Bogor. Warnanya tampak kehitaman, dengan kepala polos putih dan sisik besar.

Tubuhnya mirip seperti gurami soang, hanya kepalanya tidak begitu menonjol. Pebudidaya memilih Gurami Bastar karena cepat tumbuh, namun dengan produktifitas telur sekitar 2.000 hingga 3.000 butir saja setiap memijah. Sehingga, bagus untuk pembesaran, bukan untuk pembenihan.

Berat Gurami Bastar siap panen mencapai 8 kg per ekor, dengan panjang tubuh mencapai 60 cm.

Gurami Padang

Tidak banyak terkenal, gurami yang satu ini dari Sumatera Barat. Sedangkan jika di Bogor, gurami Padang justru jadi ikan hias, bukan ikan konsumsi.

Warnanya tampak pink solid, dan pada bagian dahi terdapat corak merah. Jika anda pelihara dalam akuarium, tentu akan tampak sangat indah. Banyak negara luar tertarik dengan ikan tersebut.

Pebudidaya memilih ikan Gurami Padang karena harganya mencapai dua kali lipat, karena digolongkan sebagai ikan hias.

Ciri-Ciri Induk Gurame Jantan & Betina

Ciri-ciri induk betina gurame:

  • Terdapat cula atau tonjolan
  • Badan tampak lebih terang
  • Bagian sirip agak bawah tampak hitam atau gelap
  • Perut membulat
  • Badan tampak panjang

Ciri-ciri induk jantan gurame:

  • Terdapat cula/tonjolan pada dahi.
  • Warna agak pucat, badan tampak lebih gelap
  • Perut dekat anus
  • Gerakan lincah

Budidaya Pembenihan Ikan Gurame Di Kolam Tanah

Anda mungkin penasaran mengapa harus memilih kolam tanah untuk budidaya ikan gurame. Banyak pebudidaya menggunakan teknik ini agar pertumbuhan gurame lebih cepat.

Sebelum memulai budidaya pembenihan, maka anda harus tahu seperti apa indukan yang ideal dan siap memijah, yaitu usia 3 hingga 7 tahun, dengan ciri-ciri induk siap memijah seperti berikut:

  • Perut besar ke belakang
  • Anus berwarna putih kemerahan
  • Perut lembek ketika diraba.

Jika indukan sudah siap dengan memilih indukan betina dan jantan berkualitas, maka selanjutnya adalah dengan mengikuti seluruh tahap berikut.

Persiapan Kolam Tanah Pemijahan Gurame

Jika induk sudah siap pijah, maka anda dapat menyiapkan kolam pemijahan. Caranya dengan proses pengeringan terlebih dahulu. Kuras serta keringkan kolam hingga tidak ada hama atau bibit penyakit dalam tanah. Biarkan tanah kering sampai dua hari.

Selanjutnya, isi air dalam kolam. Suhu hangat sangat penting, dan perhatikan ketinggian air kolam tanah yang ideal, sebagaimana sudah anda pelajari pada awal tentang syarat budidaya ikan gurame.

Pasang sosog, kerangka agar gurami dapat meletakkan sarang telur. Anda dapat menggunakan anyaman bambu berbentuk kerucut, dan letakkan pada pinggir atau dinding kolam tanah.

Buat para-para, tempat untuk menyediakan berbagai bahan membuat sarang. Para-para bisa anda sediakan dari anyaman bambu.

Induk gurami jantan akan membuat sarang telur gurami. Sehingga, anda dapat menggunakan para-para sebagai tempat meletakkan seluruh bahan untuk membantu gurami jantan membuat sarang. Bahan bermacam-macam, seperti:

  • Sabut kelapa
  • Tali raffia
  • Ijuk
  • Karung plastik seset
  • Daun pisang yang sudah anda sobek-sobek

Letakkan berbagai bahan tersebut di atas para-para.

Jika kolam pemijahan telah selesai, pindahkan induk gurami menuju ke kolam pemijahan. Anda harus meperhatikan agar gurami tidak stress atau luka, karena akan membuat pemijahan gagal.

Jadi, dalam persiapan kolam pemijahan, lakukan langkah berikut:

  • Pengeringan serta pembersihan dasar kolam
  • Isi air kolam
  • Pasang sosog dan siapkan bahan pembuatan sarang

Pemijahan dan Penetasan Telur Gurame

Jika induk jantan telah membuat sarang telur, maka proses pemijahan akan terjadi. Induk jantan membutuhkan waktu 7 hingga 10 hari membuat sarang. Pembuatan sarang dilakukan 1 atau 2 hari setelah memasukkan induk dalam kolam pemijahan.

Dalam proses pemijahan, anda dapat memasukkan satu jantan dan tiga betina.

Setelah sarang sudah terdapat telur, maka penetasan pun terjadi. Telur akan menetas hanya dalam hitungan 40 jam atau paling lama 80 jam.

Telur menetas menjadi larva, dan tidak perlu ada pemberian pakan. Larva dapat anda pindah pada wadah atau kolam khusus larva jika sudah 10 hari.

Cara pemindahan adalah dengan segera mengangkat sarang yang sudah ada telurnya. Anda tidak bisa membiarkan telur menetas begitu saja pada kolam pemijahan. Kondisi oksigen yang sedikit dan air keruh bisa membuat banyak larva mati atau dimangsa predator.

Lakukan juga seleksi telur. Caranya, telur baik selalu punya warna transparan atau kuning terang. Sedangkan jika warna telur kusam atau kuning keputihan, maka itu sudah mati.

Berikut langkah membuat bak untuk penetasan:

  • Ukuran bak 2,5 m x 4,5 m
  • Isi dengan Daphnia untuk pakan alami
  • Daya tampung 2000 ekor benih

Pendederan Pada Ikan Gurami

Apa itu pendederan?

Dalam budidaya gurame, pendederan adalah memelihara benih atau larva sampai pada ukuran tertentu. Sehingga, ada beberapa tahap pendederan sebagaimana berikut:

Tahap Pendederan Panjang Tubuh Gurame Waktu Yang Dibutuhkan
Tahap I 0,5-1 cm sampai mencapai 1-2,5 cm 20-30 hari
Tahap II 1-2 cm sampai mencapai 2,54 cm 20-30 hari
Tahap III 2,54 cm hingga mencapai 5 cm berat 5 gram 30-40 hari
Tahap IV 5 cm hingga mencapai  7 cm dengan berat 10-15 gram 40-50 hari
Tahap V 7 cm hingga mencapai 12-15 cm 40 hari
Tahap VI 12-15 cm hingga mencapai 15-20 cm 20-30 hari

(Benih siap untuk budidaya pembesaran)

 

Kapan harus memindah benih pada kolam pendederan?

Waktu terbaik adalah saat pagi, pukul 7 hingga 9 pagi supaya benih tidak stress.

Budidaya Pembesaran Ikan Gurami Kolam Tanah

Segmen budidaya ini bertujuan agar memperoleh ikan gurami siap konsumsi. Benih pembesaran yang ideal adalah benih berkualitas dengan ukuran 150 atau 200 gram per ekor. Jika sudah mencapai bobot 500 atau 800 gram per ekor, maka dapat dipanen.

Lama budidaya pembesaran ikan gurame mencapai 4 bulan. Berikut adalah tahap-tahap budidaya pembesaran ikan gurami dalam kolam tanah.

Persiapan Kolam Budidaya

Ketika membuat kolam pembesaran, maka jangan menggunakan kolam tersebut secara langsung. Kolam tanah perlu anda kondisikan terlebih dahulu.

Pembalikan tanah atau lumpur sangat penting untuk menghilangkan bibit-bibit penyakit pada bagian dasar kolam. Balik dengan menggunakan cangkul, lalu injak-injak hingga rata. Fungsinya supaya dasar kolam jadi rata dan padat. Biarkan kering terkena sinar matahari.

Selanjutnya, proses pengapuran dengan tujuan supaya bibit dan hama hilang. Gunakan kapur tohor atau kapur biasa dengan dosis sebanyak 50 gram per meter persegi.

Setelah pengapuran, gunakan air bersih untuk isi kolam. Lebih baik pakai air hujan, air sumur, atau air sungai karena tidak ada kandungan kimia seperti air PAM.

Pada tahap awal, ketinggian air sebaiknya 60 cm, dan biarkan kolam tanpa ada kegiatan hingga 7 hari. Kontrol tinggi air supaya volume air tidak menyusut. Pokoknya, air harus selalu pada posisi ketinggian 60 cm.

Tebar Benih Ikan Gurame

Benih dapat anda peroleh dengan beli pada pebudidaya benih, atau anda bisa mencoba pembenihan sendiri seperti yang sudah kami jelaskan pada segmen sebelumnya.

Ketika menebar benih budidaya ikan gurame, maka waktu terbaik adalah pagi atau sore hari, ketika suhu air kolam rendah atau dingin. Jika tidak panas, maka dapat anda tebarkan saat siang hari.

Gunakan wadah berisi air dan scoop net. Lakukan langkah-langkah berikut:

  • Keluarkan air dalam bak pendederan secara perlahan.
  • Gunakan scoop net untuk menangkap ikan secara hati-hati
  • Letakkan benih ikan dalam wadah, lalu masukkan dalam kolam utama

Pembesaran Benih Dalam Budidaya Ikan Gurame

Membesarkan benih ikan gurame harus pada kolam utama. Luas kolam tergantung jenis kolamnya.

Karena kolam tanah, maka luas maksimal adalah 200 meter persegi, kedalaman 1 meter.

Jika anda membudidayakan ikan gurame dengan bobot 200 hingga 250 gram per ekor, maka tebar benih adalah 1 sampai 2 kg per meter persegi. Jika sudah siap panen dengan berat mencapai 500 atau 700 gram per ekor, kolam tidak akan terlalu padat.

Budidaya Ikan Gurame Di Kolam Terpal

Ada beberapa keunggulan menggunakan kolam terpal sebagai cara budidaya ikan gurame, yaitu:

  • Perawatan mudah: mudah dikeringkan, dipanen, dibersihkan
  • Lebih awet: harga terjangkau, tidak gampang bocor, dapat dipakai hingga 5 tahun.
  • Hasil panen lebih dilirik: tidak berbau lumpur
  • Bisa menggunakan dinding tanah atau kerangka besi

Berikut adalah langkah-langkah budidaya gurame pada kolam terpal

Membuat Kolam Terpal

Untuk luas kolam 4×6 m, ukuran terpal harus lebih besar, 6×8 m. Selisih 2 m sangat penting untuk dinding tinggi 1 m, dan sisanya timbun dalam tanah supaya menahan berat.

Berikut tatacara membuat kolam terpal dinding tanah untuk budidaya ikan gurame:

  1. Gali tanah untuk kolam ukuran 4×6 m.
  2. Beli terpal ukuran 6×8 m.
  3. Bentuk pematang, dengan menimbun tanah galian agar mengelilingi kolam.
  4. Tambahkan lubang sebagai saluran pembuangan.
  5. Tabur sekam padi dalam dasar kolam, ketebalan ideal 10-15 cm.
  6. Letakkan pipa paralon untuk saluran pembuangan.
  7. Pasang terpal, rekatkan pipa paralon dengan terpal memakai lem super kuat. Tambahkan cincin klem besi. Arahkan pipa pada bagian lubang pembuangan.
  8. Pasang rapi, timbun bagian ujung terpal memakai tanah.
  9. Cuci kolam memakai sabun sampai bersih supaya bau lem atau bahan kimia menghilang.
  10. Biarkan kolam terpal kering sampai 3 hari.

Anda juga bisa melakukan langkah sama untuk membuat kolam terpal kerangka besi, dengan bahan besi tentunya.

Mengisi Air Kolam

  1. Jika tinggi kolam mencapai 1 meter, isi kolam dengan air hingga mencapai 50 atau 75 cm.
  2. Tambahkan Suplemen Organik Cair untuk meningkatkan pertumbuhan pakan alami, seperti plankton. Ikuti sesuai dosis.
  3. Diamkan kolam sampai satu minggu supaya pakan ikan alami tumbuh.
  4. Tebar benih sesuai kapasitas atau daya tampung kolam.

Tebar Benih

Anda dapat menebar benih gurame sesuai daya tampung kolam, dan tambahkan tanaman eceng gondok untuk mengurangi efek panas dalam budidaya ikan gurame menggunakan terpal. Buat saringan air layaknya aquarium sebagai perawatan supaya suplai oksigen cukup dan air tetap bersih.

Gunakan handsanitizer per dua minggu untuk membuang bibit penyakit dalam kolam terpal. Jika sudah 4 bulan, maka ikan gurame dalam kolam terpal siap dipanen.

Cara Budidaya Ikan Gurame Di Dalam Kolam Beton

Berikut adalah beberapa alasan menggunakan kolam beton dalam budidaya gurame:

  • Hemat lahan
  • Hemat air dan air tidak mudah kotor
  • Lingkungan terkendali
  • Hemat biaya
  • Tahan lama

Berikut adalah beberapa tahap budidaya ikan gurame dalam kolam semen:

Membuat Kolam Beton

  1. Buat kolam beton dengan ukuran ideal 5 m x 10 m. Gali kolam, lalu pasang beton.
  2. Pasang saluran pada tengah kolam, atau bat. Fungsinya adalah sebagai kubangan untuk panen lebih mudah.
  3. Biarkan kolam sampai tiga hari.
  4. Berikan desinfektan KMNO4 sebanyak 20 hingga 30 mg per liter. Biarkan selama beberapa hari.
  5. Isi kolam dengan tinggi mencapai 100 atau 120 cm.
  6. Jika kolam sudah siap, beri 50% pupuk organik.
  7. Biarkan kolam sampai tiga hari, supaya terdapat tanda-tanda kehidupan plankton, lumut, juga kutu air.

Selanjutnya, tebar benih dapat anda lakukan dengan cara yang sama seperti pada wadah budidaya lainnya. Ganti air sebanyak satu atau dua kali seminggu, tergantung tingkat kekeruhan. Ganti hanya sebanyak 30% dari air kolam.

Pemberian Pakan Ikan Gurame

Ikan gurame merupakan omnivore dan cenderung herbivore. Saat dalam tahap larva, maka anda dapat memberikan pakan alam seperti:

  • Infusaria
  • Rotifer
  • Cacing sutera

Jika sudah berusia beberapa hari, benih akan memakan larva krustacea, insekta, dan juga zooplankton.

Saat sudah mencapai beberapa bulan, ikan gurame bisa memakan beberapa pilihan pakan berikut:

  • Tumbuhan air lunak
  • Daun talas
  • Daun singkong
  • Dedak
  • Daun pepaya
  • Daun lamtoro
  • Ampas tahu
  • Bungkil kedelai
  • Rayap

Agar ikan gurame dapat tumbuh dalam kolam budidaya, maka ada beberapa faktor yang harus anda perhatikan, mulai dari jenis, komposisi ransum, tingkat metabolisme standar, serta tingkat reproduksi.

Setiap bulan sekali, anda harus mengambil sample untuk mengetahui berapa bobot ikan, lakukan secara acak dan timbang.

Misalnya, anda memiliki kolam tanah, luas mencapai 30 meter persegi dengan total 300 gurame. Berat rata-rata adalah 100 gram. Maka berat biomassa adalah berikut:

300 gurame x 100 gram = 30.000 gram = 30 kg.

Dalam budidaya ikan gurame, pemberian pakan adalah 3% dari bobot tubuh.

Jadi, kebutuhan pakan ikan gurame setiap harinya adalah:

3% x 30 kg = 0,9.

Dalam satu bulan, maka pakan yang dibutuhkan adalah 30 hari x 0,9 kg = 27 kilogram.

Pengendalian Penyakit Pada Ikan Gurame

Sama seperti ikan tawar lain, budidaya ikan gurame juga memiliki tantangan penyakit seperti:

Bintik Putih

Penyakit ini terjadi karena Ichthyophthirrius Multifillis, protozoa yang membuat tubuh gurame tampak berbintik putih dan pucat. Pengendalian penyakit adalah dengan karantina, mengambil gurame terinfeksi dan rendam larutan formalin sebanyak 25 ml per meter kubik air.

Kutu Ikan

Argulus Sp yang menggigit ikan Gurame membuat tubuh jadi terluka, sehingga harus anda rendam dengan garam dapur sebanyak 1,25% dalam wadah khusus, dan rendam sampai 15 menit.

Penyakit lainnya adalah cacing kulit dan bercak merah.

Panen dan Pascapanen Ikan Gurame

Pemanenan benih dapat anda lakukan jika benih sudah berusia 1 bulan. Cara pemanenan benih ikan gurame adalah:

  • Surutkan air perlahan sampai tinggal sedikit, dan perkecil saluran air masuk.
  • Pasang jaring lembut pada bagian pembuangan.

Sedangkan pemanenan pada hasil pembesaran tergantung permintaan konsumen, bisa anda panen jika sudah berumur dua atau tiga tahun. Cara penangkapan adalah, menyurutkan air secara bertahap.

Sebaiknya, lakukan pemanenan saat pagi hari.

Cara lainnya adalah menggunakan teknik pembersihan. Yaitu, surutkan air kolam dan giring benih sampai ke petak kecil. Berikutnya, gunakan serok dan masukkan benih dalam keranjang.

5 Pengusaha Sukses Berkat Budidaya Ikan Gurame

Dengan memanfaatkan semua informasi dari internet, banyak pemula yang tadinya orang biasa kini berhasil meraup puluhan juta dari budidaya ikan gurame. Berikut adalah beberapa diantara sekian banyaknya cerita inspiratif para pebudidaya.

Agip Purwanto, Budidaya Gurame Kolam Beton

Sebagai warga Grobogan, Jawa Tengah dan bekerja pada bidang perikanan serta peternakan, kini Agip Purwanto punya usaha rumahan sendiri.

Ia memulai dengan 4 kolam, dan membudidayakan ikan gurame dengan cara pembesaran. Kemudian, ia beralih menjadi penjual bibit gurame dengan harga mulai dari seribu sampai lima ribu per bibit.

Setelah menekuni usaha budidaya selama 10 tahun, kini ia memiliki 18 kolam. Ia menggunakan 5 kolam khusus sebagai kolam penetasan yang masing-masing mampu menampung 5000 telur. Sedangkan kolam lainnya adalah untuk pembibitan dan pembesaran.

Mujiharto, Budidaya Ikan Gurame Kolam Terpal Ratusan Juta Per Tahun

Mujiharto mampu merih omzet bersih budidaya ikan gurame kolam terpal mencapai Rp 500 juta per tahun.

Ia mampu menjual benih gurami, paling kecil yaitu usia 10 hari dengan penghasilan Rp 5 juta per bulan.

Mujiharto bahkan mampu menyulap satu hektar lahan, bahkan lebih untuk 37 kolam terpal. Menurutnya, kolam terpal lebih efisien, awet, dan perawatan mudah.

Eks Pecandu Narkoba, Budidaya Gurame-Lele Hasil 40 Juta Sebulan

Berawal dengan modal Rp 300 ribu, Wagiran kini sukses memperoleh omzet 120 juta per tiga bulan.

Dengan modal minim, ia membuat kolam ukuran 1,5 x 3 m persegi untuk lele. Sehingga, dari modal tersebut, Wagiran bisa membuat 2.000 meter persegi, semuanya berisi lele dan gurame. Pengalaman belajar secara otodidak, membuat Wagiran kini berhasil membina Kelompok Budidaya Ikan.

Chandra Ekajaya, Omzet 100 Juta Per Bulan

Chandra Ekajaya melihat peluang bisnis cukup bagus pada budidaya ikan gurame. Sehingga, ia memutuskan membuat 10 kolam dengan hasil panen dua sampai enam ton per bulan, dengan omzet mencapai 100 juta.

Tidak hanya menyiapkan ikan gurame siap konsumsi, tapi juga budidaya pembenihan. Pemasarannya juga mudah, mulai dari Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sumatera.

Muhammad Asik, Eks Petani Sukses Budidaya Ikan Gurame

Selain Padi, masyarakat Lampung di Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni mayoritas adalah pebudidaya udang Vaname.

Sebagai seorang petani, Muhammad Asik nekad merombak sawah irigasi jadi kolam gurame dengan luas 1000 meter persegi, karena selalu gagal panen.

Untuk mengatasi masalah pengairan, maka ia menggunakan pipa dua kilometer, dengan menghabiskan modal Rp 16 juta rupiah untuk investasi jangka panjang, namun mampu mengalirkan air 24 jam non-stop.

Ia juga mengeluarkan modal hingga Rp 80 juta untuk membuat kolam, ditambah pondasi agar lokasi kolam tidak longsor.

Dengan menebar 25 ribu benih, lagi-lagi ia mengeluarkan modal hingga Rp 16 juta. Menggunakan modal pakan alami untuk menghemat pengeluaran, Muhammad Asik akhirnya berhasil panen pertama dengan total 4,3 ton dengan harga Rp 30 ribu per ekor.

Dari budidaya ikan gurame tersebut, ia pun berhasil memperoleh omset mencapai Rp 129 juta, tidak termasuk ikan yang ia jual ke pengusaha lokal.

Sekarang, anda bisa menggunakan panduan berikut untuk memulai usaha budidaya gurame dengan menggunakan kolam terpal, kolam tanah, atau kolam semen. Tentunya, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri.

Tinggalkan Balasan