Budidaya Ikan Patin Lengkap Hasil Menjanjikan

10 min read

Data Statistik KKP Budidaya Ikan Patin

Budidaya ikan patin memiliki peluang ekonomi tinggi, karena mendapat dukungan pemerintah. Sama seperti ikan lele, atau ikan nila, ikan patin adalah salah satu jenis ikan air tawar. Budidaya patin masih menjadi perhatian besar untuk mendominasi pasar lokal dan ekspor pasar internasional.

Ikan patin mirip seperti ikan lele, karena tidak punya sisik. Terdapat duri tajam pada sirip, sehingga keduanya masuk dalam daftar “catfish”. Beberapa dareah menyebut ikan Patin sebagai Lele Bangkok, ikan Jambal, Ikan Sodarin, Lancang, atau Ikan Juara.

Produksi Ikan Patin

Mengapa Harus Budidaya Ikan Patin?

Budidaya ikan patin mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Sebagai komoditas industri, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membidik ikan tersebut dengan melakukan kebijakan tidak boleh ada impor patin.

Kebijakan pada tahun 2018 tersebut tentu saja dengan tujuan agar produk patin lokal semakin meningkat, dan untuk mendominasi pasar dalam negeri.

Sedangkan dari total produksi patin lokal, Indonesia bahkan berhasil ekspor ke Thailand, Jepang, Myanmar, dan masih banyak lagi.

Anda bisa melihat data KKP Berikut.

Data Statistik KKP Budidaya Ikan Patin

Selain itu, ada beberapa alasan penting mengapa anda wajib budidaya patin:

  • Banyak penggemar karena cita rasanya yang gurih dan enak, bahkan lebih enak dari lele.
  • Ikan patin mengandung lemak dan minyak cukup banyak dalam dagingnya.
  • Budidaya tidak membutuhkan teknik rumit.
  • Minat pasar lokal dan internasional begitu tinggi.
  • Dapat anda budidayakan baik dalam kegiatan pembenihan atau pembesaran, keduanya sama-sama prospek.
  • Panen hanya 3-4 bulan

Dengan jumlah pasar yang terus meningkat, menurut APCI (Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia), Indonesia telah ekspor sebanyak 236.000 ton fillet dan steak Patin ke Arab Saudi tahun 2019.

Kebutuhan Ikan Patin Pada Pasar Internasional

Jenis-Jenis Ikan Patin

Berikut adalah berbagai jenis ikan patin yang wajib anda tahu.

Pangasius Nieuwenhuissi

Spesies ini dari Jawa, Kalimantan, dan Sumatra dengan panjang hingga 60 cm. Ciri-cirinya adalah moncong runcing, gigi bersatu pada bidang lebar, dan terbilang unik.

Pangasius Macronema

Populer juga sebagai kan Riu, Lancang, Rios, atau Juara berasal dari Kalimantan Barat. Ukurannya kecil, mencapai 20 cm dengan sungut lebih panjang dibandingkan panjang kepala. Gigi juga tampak unik, yaitu gigi terpisah-pisah, juga memiliki 37 sampai 45 sisir saring tipis pada lengkung insang pertama.

Pangasius Micronemus

Ikan patin ini dikenal dengan patin Wakalatau Rius Caring, ditemukan di Thailand serta Kepulauan Sunda.

Panjang tubuh hingga 60 cm dengan sungut rahang atas cukup panjang sampai ke pinggiran mata, mata besar, moncong persegi, dan tulang lengan menonjol pada pangkal sirip pendeknya.

Pangasius Nasutus

Berasal dari Jawa, Kalimantan, Sumatra, dan Malaysia, jenis ikan patin tersebut cukup panjang mencapai 90 cm. Ciri khasnya adalah gigi veromine, dengan bentuk mirip bulu halus untuk mencengkeram makanan. Posisi mata kecil, terletak pada atas garis sudut mulut.

Pangasius Polyuranodon

Ciri khas ikan ini adalah memiliki punggung kehitaman, bentuk tubuh tinggi, dan warnanya putih.

Terdapat sungut peraba pada bagian bawah rahang serta pendek. Sedangkan kepalanya terbilang kecil. Ikan ini punya tujuh jari-jari lunak serta dua jari-jari keras terletak di sirip punggung. Mencapai panjang hingga 50 cm, ikan ini tersebar dari Thailand, Kalimantan, Jawa, dan Sumatera.

Helicophagus Wandersii

Ciri khas ikan ini adalah memiliki panjang mencapai 50 cm, dengan warna putih serta sirip tampak kemerahan.

Ikan patin tersebut berasal dari Kalimantan Timur dan Sumatera.

Pangasius Lithostoma

Memiliki moncong tebal serta tampak panjang, ditambah sirip berada pada bawah perut, ikan patin yang berasal dari Kalimantan ini punya ukuran lebih pendek dibanding jenis lainnya, yaitu hanya 20 cm saja.

Syarat Budidaya Ikan Patin

Berikut adalah beberapa syarat serta kondisi lingkungan optimal untuk pertumbuhan serta perkembangan ikan patin:

  • Tanah baik, untuk mendukung kolam pemeliharaan serat budidaya ikan patin harus tanah liat, tanah lempung, tidak berporos, serta tanah wajib mampu menahan massa air besar, tidak bocor, dan dapat anda buat dinding kolam (Untuk budidaya kolam tanah)
  • pH air 6,5-7
  • Suhu air untuk penetasan telur jadi larva dalam akuarium yaitu 26-28 derajat Celsius. Perlu heater atau pemanas saat budidaya pada daerah dengan suhu air rendah.
  • Kualitas air wajib bersih, tidak terlalu keruh, tidak tercemar bahan kimia, minyak, kualitas air juga harus anda perhatikan untuk mencegah jamur. Tambahkan larutan Blitzich atau Emolin untuk menghambat pertumbuhan jamur.
  • Jika memakai jala apung di area sungai untuk budidaya pembesaran, maka arus sungai harus lambat.
  • Rekomendasi kolam tanah yaitu 3% hingga 5% agar pengairan kolam lebih mudah.

Dalam budidaya ikan patin, anda dapat memilih pembibitan di kolam. Tujuannya agar memperoleh bibit berkualitas untuk permintaan pasar.

Teknik kedua adalah memilih indukan yang siap pijah. Induk patin yang ingin anda pijahkan maka harus dipelihara secara khusus. Sehingga, perawatan harus benar-benar intensif, dengan memberi pakan khusus berprotein tinggi.

Berikan rucah sebanyak dua kali dalam seminggu, yaitu sebanyak 10% bobot ikan. Cara ini sangat penting untuk mempercepat tingkat kematangan gonad.

Ciri-Ciri Induk Patin Matang Dan Siap Pemijahan

Berikut adalah ciri-ciri induk betina yang siap pemijahan:

  • Usia tiga tahun
  • Ukuran ideal 1,5-2 kg
  • Arah perut ke anus membesar
  • Perut empuk atau halus ketika anda raba
  • Kloaka tampak membengkak serta berwarna merah tua, jika anda tekan kelura butir telur bulat dengan besar bervariasi
  • Kulit bagian perut tipis dan lembek

Sedangkan pada induk jantan, indukan siap pemijahan dengan ciri-ciri berikut:

  • Usia dua tahun
  • Ukuran 1,5-2 kg
  • Jika anda urut keluar cairan warna putih (sperma)
  • Kelamin tampak membengkak, warna merah tua

Tips Pemijahan dan Pendederan Patin

Gunakan kelenjar hipofise pada ikan mas sebagai hormon perangsang. Kelenjar tersebut terletak pada otak ikan mas, bentuknya cukup kecil, berwarna putih. Gunakan pinset dan ambil secara hati-hati.

Masukkan dalam tabung kecil, serta tumbuk sampai benar-benar lembut dan halus.

Campur dengan aquades atau air murni, dengan cara beli ke apotek.

Setelah kelenjar tersebut sudah anda campur dengan air murni, ambil jarum suntik. Suntikkan pada punggung ikan patin, sehingga siap anda pijahkan. Dengan demikian, induk patin betina akan menghasilkan telur yang dibuahi patin Jantan. Teknik ini disebut dengan induce breeding atau kawin suntik.

Suntik pada bagian belakang pada sirip punggung, dan masukkan jarum hingga 2 cm, serta perhatikan kemiringan yaitu 40 derajat.

Karena anda menggunakan hipofisa alami, maka berikan dosis 0,12 ml. Lakukan penyuntikan pertama dengan dosis sepertiga bagian dosis. Lanjut suntik kedua dengan dosis dua per tiga. Jarak penyuntikan yaitu 8 sampai 10 jam setelah tahap penyuntikan pertama.

Pada induk jantan, cukup sekali suntikan dan lakukan dalam waktu bersamaan dengan penyuntikan pertama pada induk betina.

Penetasan telur membutuhkan waktu empat hari. Anda harus memantau kondisi air, dan gunakan air sumur untuk mengganti sebagian airnya.

Perawatan Larva Hingga Benih

Dalam tahap perawatan larva, benih satu hari pindahkan dalam akuarium. Atau, gunakan bak ukuran 80 cm x  45 cm x 45 cm, atau dapat menggunakan ukuran lain.

Tiap akuarium atau bak dapat anda isi air sumur bor yang sudah melewati proses aerasi. Dalam satu akuarium, hanya boleh menampung 500 ekor. Selanjutnya, letakkan aerator untuk suplai oksigen. Serta, jaga suhu ruangan serta suhu air agar stabil menggunakan heater atau kompor agar lebih hemat.

Benih umur sehari tidak perlu anda beri pakan apapun, karena masih punya kuning telur atau yolk sac sebagai cadangan makanan.

Hari ketiga, anda bisa memberikan benih ikan makanan ekstra, yaitu emulsi kuning telur ayam. Tidak perlu anda rebus, dan secara bertahap berikan pakan kutu air serta jentik nyamuk.

Gunakan kolam semen atau kolam lumpur untuk menebarkan benih ikan patin. Kolam lumpur justru lebih bagus karena kandungan fitoplankton untuk pakan alami. Panen benih sesuai dengan ukuran yang anda butuhkan.

Cara Budidaya Ikan Patin Dalam Kolam Terpal

Ada beberapa alasan mengapa anda sebaiknya memilih kolam terpal untuk budidaya ikan patin, yaitu:

  • Ideal untuk lahan dan air terbatas
  • Lebih praktis dan murah daripada kolam beton
  • Mengurangi serangan gulma atau hama yang menyebabkan kematian ikan
  • Mengurangi tumpukan kotoran ikan
  • Proses pemanenan mudah

Berikut adalah tahap budidaya patin dalam kolam terpal:

Pilih Bibit Berkualitas

Pastikan anda membeli benih yang dekat dengan lokasi budidaya, supaya benih ikan tidak mati dalam perjalanan.

Beli benih ikan patin jika kolam sudah siap. Perlu anda ketahui bahwa harga benih tergantung ukuran dan jenis benih ikan patin. Semakin besar ukuran, maka semakin cepat proses panen.

Pilih benih dengan ukuran seragam dan tampak cerah. Selanjutnya, benih tidak boleh cacat atau luka, tanda bebas penyakit dan hama. Pastikan pula bahwa benih patin bergerak lincah dan bebas.

Gunakan kantong plastik untuk angkut benih secara perlahan, dan pastikan kadar oksigen ada dalam kantong plastik.

Pembuatan Kolam

Kolam terpal lebih efisien dan hemat, serta ideal untuk menyesuaikan luas lahan. Berikut adalah cara membuat kolam terpal persegi panjang dalam budidaya patin:

  • Pilih terpal plastik, menggunakan kualitas nomor satu. Pakai terpal dengan tebal A5 atau A6, dengan usia pakai lima tahun.
  • Pakai terpal umum, dengan panjang plastik mencapai 8-12 meter, sedangkan lebar mencapai 6-8 meter.
  • Dengan memakai terpal, maka ukuran kolam mencapai lebar 4-6 meter, sedangkan panjangnya adalah 8-10 meter, serta tinggi 1 meter.
  • Ratakan lahan menggunakan cangkul sebagai alas kolam.
  • Buat saluran air pada tengah kolam, fungsinya untuk mempermudah masa panen.
  • Tebar pasir hingga ketebalan 10 cm, pasir halus ini berada pada luas daerah budidaya kolam terpal.
  • Gunakan tiang serta anyaman bambu atau karung untuk menyangga pojok kolam terpal supaya berdiri kokoh. Tiang penyangga harus menahan air secara efektif.

Tebar Benih

Berikan treatment aklimatisasi dengan memperhatikan berbagai hal berikut:

  • Air kolam sudah tumbuh plankton pakai pakan alami
  • Pertahankan kedalaman air, yaitu 50 cm sampai dasar kolam
  • Kualitas air kolam harus bersih, lalu sebarkan benih dalam kolam.
  • Cara sebar benih adalah masukkan benih dalam wadah plastik, lalu terapungkan di atas kolam 15 sampai 20 menit supaya suhu sesuai.
  • Tebarkan benih saat sore atau pagi hari, karena suhu tidak panas.
  • Miringkan kantong plastik serta buka ikatan kantong, biarkan ikan patin keluar dari kantong sendiri untuk beradaptasi dengan lingkungan air.
  • Tebar benih sesuai daya tampung kolam, jangan terlalu padat agar tidak berebut makanan.

Untuk pemberian pakan, perawatan, dan panen, tinggal mengikuti panduan dalam artikel ini.

Cara Budidaya Ikan Patin Dalam Kolam Tanah

Budidaya patin dalam kolam tanah adalah cara konvensional, namun masih banyak diminati sampai sekarang. Alasannya adalah karena lingkungan air kaya pakan alami. Selain itu, fungsi tanah untuk menstabilkan ion dalam air sangat membantu.

Berikut adalah berbagai hal-hal yang harus anda perhatikan ketika membuat kolam tanah untuk budidaya ikan patin.

Persiapan Kolam

  • Buat kolam terlebih dahulu dengan menggunakan ukuran seperti kolam persegi panjang dari terpal. Keringkan dasar kolam hingga tampak retak retak.
  • Selanjutnya, gunakan pupuk kompos dan tabur pada dasar kolam. Fungsinya supaya ada fitoplankton tumbuh sebagai pakan alami ikan nantinya.
  • Tambahkan juga pupuk kapur dan pupuk urea pada dasar kolam. Fungsinya supaya menjaga kadar asam dalam air.
  • Isi kolam dengan air sampai mencapai tinggi 50 cm atau 100 cm. Tujuannya supaya ikan lebih mudah menghirup oksigen.
  • Biarkan kolam dalam kondisi yang sama, tanpa ada perlakuan apapun sampai dua minggu. Tunggu sampai kolam tanah tampak kehijauan.

Tahap Tebar Benih Ikan Patin Hingga Panen Dalam Kolam Tanah

Tebar benih sama seperti budidaya ikan patin dalam kolam terpal. Perhatikan daya tampung benih. Karena anda menggunakan kolam tanah, maka pastikan untuk memberikan tambahan vitamin dalam pakan buatan. Hal ini penting supaya ikan patin cepat besar.

Sedangkan proses pemanenan dapat mengikuti panduan budidaya ikan patin seperti kolam terpal.

Cara Budidaya Ikan Patin Dalam Kolam Beton

Budidaya ikan patin dalam beton memiliki beberapa keunggulan seperti berikut:

  • Efisiensi tempat
  • Perawatan lebih murah dan mudah
  • Awet, tidak terkikis, berlubang, atau lainnya
  • Bagus untuk jangka panjang, jadi baiknya pakai kolam beton kalau sudah berpengalaman
  • Pengairan dan perawatan lebih mudah

Secara umum, seluruh proses budidaya ikan patin dalam kolam beton atau semen sama seperti kolam tanah. Mulai dari pemindahan bibit, perawatan kolam, pemberian pakan, dan pemanenan. Hanya saja, cara membuat kolamnya pasti berbeda.

Siapkan Lahan Untuk Kolam Tembok

Berikut adalah hal-hal yang harus anda pertimbangkan saat memilih lahan ideal:

  • Lahan datar, tidak pada lokasi terjal
  • Pilih lahan luas, sehingga nantinya dapat anda kembangkan untuk menambah kolam dengan jarak berdekatan
  • Pastikan tempat tidak mudah kebanjiran, bukan rawan banjir atau longsor.
  • Hindari membuat kolam dekat ladang tanaman
  • Lahan rendah, sehingga air bisa mengalir untuk menghemat biaya isi kolam.
  • Sediakan alat transportasi ketika panen supaya cepat dalam memasarkan.

Jenis Kolam Tembok

Dalam budidaya, terdapat dua jenis kolam tembok untuk ikan patin, yaitu kolam tembok gali atau tembok tipe permukaan.

Tipe kolam beton gali adalah membuat kolam dengan sumber air sungai. Jadi, kalau ada sumber air sungai yang memungkinkan untuk mengaliri kolam, pilih saja tipe kolam beton gali.

Sedangkan tipe permukaan dibuat untuk lahan halaman sudah keras, jadi harus gali tanah dengan memanfaatkan sumur gali atau sumur bor.

Persiapan Kolam

Jika kolam beton tersebut masih baru, anda bisa langsung menggunakannya tanpa syarat khusus. Namun, pada kolam beton yang sudah lama, maka anda dapat membersihkan kolam untuk menghilangkan berbagai kotoran.

Lakukan penyemprotan pada dinding kolam, menggunakan cairan formalin. Lalu, larutkan dengan air, dan isi kolam sampai ketinggian 40 atau 50 cm. Taburkan kalium permanganate dalam kolam dan biarkan selama 5 hari.

Selanjutnya, untuk pemijahan sampai panen dapat menggunakan cara yang sama seperti pada kolam tanah.

Pemberian Pakan Ikan Patin

Pemberian pakan pada budidaya ikan patin menjadi pengaruh yang sangat penting. Faktor ini justru mempengaruhi keberhasilan patin, termasuk untuk kandungan gizi, frekuensi serta jumlah pemberian pakan.

Beri pakan sebanyak dua kali sehari yaitu pagi dan sore. Pastikan hanya memberi pakan sebanyak 3% atau 5% dari bobot ikan patin. Jadi, jumlah pakan tentu selalu berubah setiap bulan sesuai kenaikan bobot ikan.

Cara mengetahui jumlah pakan adalah menimbang lima ekor ikan patin sebagai sampel. Berikan pelet atau makanan alami seperti:

  • Ikan sisa
  • Bekicot
  • Keong mas
  • Kerang
  • Sisa dapur

Pastikan pakan mengandung protein, dan pemberian pakan alami sangat membantu menghemat biaya pakan.

Saat benih masih sangat kecil, pakan harus lebih sering yaitu hingga 5 kali.

Perawatan Ikan Patin

Budidaya ikan patin wajib memperhatikan pemeliharaan. Kelola air dengan baik, dengan memperhatikan hal berikut:

  • Ganti air secara rutin, minimal dua atau tiga minggu sekali, untuk buang sisa kotoran pakan, amoniak, juga kotoran ikan.
  • Ganti air secara bertahap, yaitu dengan menguras hingga 1/3 bagian dasar kolam.
  • Tambahkan air bersih dalam kolam dengan perlahan.
  • Saat musim kemarau, cek volume air dalam kolam secara intensif, karena penguapan air terjadi sangat cepat.
  • Jika volume air tampak berkurang, segera tambah air.

Selebihnya, anda dapat melihat infografik berikut.

Budidaya Ikan Patin Untuk Pemula

Penyakit dan Hama Ikan Patin, Serta Pengendaliannya

Hama dan penyakit pada budidaya ikan patin adalah kendala dan tantangan tersendiri. Pembesaran ikan pada jaring terapung atau kolam, berpotensi serangan hama seperti kura-kura, lingsang, ular air, biawak, dan burung.’

Pengendaliannya adalah dengan tidak memberi akses masuk dalam kolam, caranya memasang lampu penerangan pada sekitar kolam. Biasanya, sinar lampu dapat mencegah hama untuk masuk.

Sedangkan penyakit non-infeksi tidak menular, namun penyakit infeksi justru karena adanya organisme patogen. Sehingga, anda harus segera melakukan karantina.

Cara Panen Ikan Patin

Cara panen memang tergolong hal sederhana, namun harus sangat anda perhatikan. Hal ini penting supaya ikan patin tidak rusak, mati, atau cacat ketika memanen.

Mulai tangkap ikan patin dari hiilir, lalu ke hulu. Dorong ikan patin menggunakan kere, agar ikan terpojok ke hulu. Cara panen ini menguntungkan supaya ikan tetap memperoleh air segar dan mencegah kematian.

Memasarkan ikan patin dalam kondisi hidup dan masih segar, tentu diminati banyak konsumen. Harga mencapai 25.000 per kilogram dengan kondisi ikan masih segar.

Daftar Pengusaha Sukses Dari Ikan Patin

Ada banyak orang yang suka berbagi ilmu dan inspirasi tentang bagaimana kesuksesan yang diraih dari budidaya ikan patin. Berikut adalah beberapa tokoh yang sudah sukses. Sehingga, dapat menginspirasi anda untuk mencoba budidaya ikan air tawar ini.

Pensiun PNS, Omzet Budidaya Patin Tembus 500 Juta/Bulan

Sutadi sangat cinta budidaya ikan patin. Sebagai pensiunan PNS, ia memiliki 50 kolam budidaya patin dengan luas lahan 6,5 hektar di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Dalam kolam yang berukuran 35 meter x 40 meter, ia berhasil menghasilkan 10 ton sampai 30 ton patin tiap kolam. Karena ikan patin membutuhkan banyak pakan dengan jumlah kolam begitu banyak, Sutadi akhirnya belajar membuat pakan alami, cukup berhasil untuk memotong biaya budidaya mencapai 50%.

Dari budidaya patin, ia mampu meraup untung Rp 500 Juta per bulan, sedangkan dari pakan yang ia jual mampu meraup untung sampai Rp 60 juta per bulan.

Eks Karyawan Budidaya Patin Raup 20 Juta Per Bulan

Sebagai pebudidaya asal Brebes, Jawa Tengah, Suwardi rela berhenti jadi karyawan perusahaan besar Lampung. Alasannya adalah ingin usaha baru dengan budidaya benih ikan patin.

Melalui tekad kuat, Suwardi akhirnya memiliki beberapa kolam dengan produksi mencapai 20 juta benih per bulan.

Setelah memperkerjakan empat karyawan, Suwardi berhasil memperoleh induk patin mencapai 1.000 ekor yang setiap bulan mampu memproduksi jutaan benih dengan omzet bersih mencapai Rp 20 Juta per bulan.

Ishak, Budidaya Ikan Tawar Omzet 115 Juta

Asli Palembang, Ishak Sulaiman memanfaatkan Sungai Musi dengan cara budidaya ikan air tawar pada pinggir sungai, dengan teknik Keramba. Tahun 2011, ia berhasil meraup omzet hingga Rp 115 Juta.

Selain ikan Patin, ia membudidayakan ikan bawal, baung, juga lele Jumbo.

Dengan menggunakan kolam sebagai pembibitan, ia pun beralih pada metode keramba. Kapasitasnya yang besar serta menawarkan habitat yang mirip dengan habitat asli ikan tawar, ia berhasil memiliki 12 keramba, per keramba mencapai 40.000 ekor ikan.

Aribun Sayunis, Inspirator Budidaya Catfish

Berawal dari tukang jual benih lele, ia membaca peluang bisnis patin dan mencoba membudidayakannya. Ia memilih jenis ikan patin untuk konsumsi dan penjualan pasar lokal.

Pada tahun 2020, ia menyebutkan bahwa budidaya ikan patin sangat membantu untuk menambah devisa negara. Dan kini, ia telah memiliki ribuan hektar lahan kolam.

Dari keberhasilan tersebut, ia berhasil membuka lowongan pekerjaan bagi seluruh masyarakat sekitar.

“Kampung Patin”, Omzet Jual Patin 90 Juta Per Hari

Jika anda berada di Pekanbaru, anda dapat berkunjung ke Kampung Patin, sekitar 2 jam, tepatnya di Desa Kotomesjid, Kecamatan Koto Kampar XIII, Kabupaten Kampar Riau.

Disebut Kampung Patin karena seluruh warganya berhasil budidaya ikan patin. Tiap rumah punya 1 kolam ikan patin. Dari hasil budidaya, desa yang tadinya miskin ini punya infrastruktur sangat baik, jalan aspal, dan akses WiFi pada tiap rumah dengan kecepatan internet terjamin.

Tahun 2016, desa ini memiliki 62 hektar kolam dan hasil panen yang mencapai 90 juta tiap hari.

Selain hasil ikan segar, desa ini juga mampu membuat berbagai olahan ikan patin, termasuk ikan asap, nugget ikan, salai, bakso ikan, sampai abon ikan.

Nah, sekarang anda sudah baca semuanya dari awal sampai akhir. Pada akhirnya, peluang bisnis budidaya ikan patin masih sangat tinggi, entah itu untuk benih atau jual ikan siap konsumsi.

Jika ingin mempelajari budidaya patin, anda dapat membuat kolam terpal terlebih dahulu. Jika sudah sukses dan menghasilkan serta melihat prospek bisnis ini sangat tinggi dengan pemasaran mudah, anda bisa membangun kolam permanen untuk bisnis jangka panjang.

Referensi:

https://www.potretnews.com/artikel/potret-riau/2016/01/08/menyusuri-cerita-sukses-kampung-patin-yang-sekarang-menyandang-sebutan-kampung-digital/

https://www.tribunnews.com/bisnis/2015/03/06/pensiunan-pns-ini-kini-jadi-bos-ikan-patin-beromzet-rp-500-juta-per-bulan

https://blog.agromaret.com/2018/08/jenis-jenis-ikan-patin-dan-gambarnya

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/04/11/104929926/produksi-ikan-patin-dalam-negeri-melonjak-berkat-larangan-impor

https://www.minapoli.com/info/budidaya-ikan-patin

https://www.minapoli.com/info/teknik-pemijahan-ikan-patin

https://ilmubudidaya.com/cara-budidaya-ikan-patin-di-kolam-terpal

https://peluangusaha.kontan.co.id/news/ishak-sukses-dengan-budidaya-ikan-air-tawar-1-1

Tinggalkan Balasan