Budidaya Ikan Mas Agar Sukses Panen

8 min read

Budidaya Ikan mas terus meningkat. Ikan mas adalah hasil perikanan dari budidaya air tawar yang sangat digemari di nusantara. Tekstur yang lembut dengan kandungan gizi tinggi membuat ikan mas memiliki potensi ekonomi cukup tinggi.

Ikan mas juga memiliki permintaan pasar tinggi sehingga produksi memberikan nilai menguntungkan untuk pembudidaya.

Ikan Mas Mustika

Mengapa Harus budidaya ikan mas?

Ikan mas semakin diminati untuk kemudian dikembangkan dalam usaha pembenihan atau pembesaran. Permintaan pasar yang terus meningkat juga membuka peluang agar volume produksi ikan mas dapat terus naik. Dalam budidaya pembenihan atau pemeliharaan ikan mas, tergolong mudah karena ikan mas mudah beradaptasi atau adaptif.

Selain ikan nila dan ikan lele, ikan mas menjadi pilihan bagi 6 Kabupaten di Sulawesi sebagai salah satu daerah tertinggi produksi ikan jenis air tawar tersebut. Banyak pembudidaya memilih ikan mas karena pertumbuhannya justru cepat, serta mampu memiliki daya tahan tubuh kuat dalam menghadapi penyakit ikan.

Ikan mas juga mendapatkan perhatian besar dari pemerintah sehingga terdapat celah bagi para pembudidaya untuk mendapatkan dukungan pemerintah. Contohnya, baru-baru ini direktorat Jenderal perikanan budidaya telah memperkenalkan komoditas ikan mas Mantap yang merupakan jenis unggulan.

Ikan mas mantap memiliki daya tahan tubuh lebih unggul karena tahan serangan virus KHV juga bakteri aeromonas hydrophila. Tepat tanggal 16 april 2015, indonesia membuat pelepasan ikan mas Mantap  dengan harapan untuk meningkatkan produksi dalam budidaya ikan mas yang sudah meningkat secara signifikan yaitu mulai 282.695 ton pada tahun 2010 yang kemudian menjadi sebanyak 484.110 ton 4 tahun kemudian.

Ikan Mas Baru

Syarat budidaya ikan mas

Berikut adalah hal-hal yang harus anda perhatikan jika ingin sukses budidaya dalam ikan mas:

  • Ketinggian ideal lokasi 150-1000 meter di atas permukaan laut
  • PH air 7-8
  • Suhu ideal pada kolam Yaitu 25-30 derajat C.
  • Jika ketersediaan untuk meningkatkan pertumbuhan
  • Berikan pakan fermentasi menggunakan bantuan mikrobakteri agar hasil panen melimpah

Cara Budidaya Ikan Mas

Jika anda sudah melihat seperti apa peluang bisnis dengan nilai jual dan permintaan ikan mas terus meningkat, maka anda dapat mempelajari tahap ternak ikan mas sebagaimana berikut:

Persiapan kolam

Kolam ikan mas dapat anda buat dari terpal dengan ukuran 7 x 10 meter serta kedalaman hingga 120 cm. Pastikan untuk membersihkan kolam terlebih dahulu supaya tidak ada parasit atau penyakit yang akan mengganggu proses budidaya nanti.

Lakukan proses pengeringan hingga 1 hari pada kolam semen, atau jika pada kolam tanah maka membutuhkan 5 sampai 7 hari.

Proses pemupukan organik atau kandang juga dapat anda lakukan untuk meningkatkan pakan alami untuk ikan mas supaya plankton berkembang dalam kolam.

Siapkan sekitar 1 sampai 2 ton pupuk organik per hektar kolam. Kemudian, isi kolam sampai 15 cm dan tunggu sampai air tampak hijau karena itu artinya sudah ada kehidupan seperti plankton dan ganggang. Isi kolam sampai air mencapai ketinggian 120 cm.

Siapkan Indukan

Memelihara indukan jantan dan betina tidak boleh sembarangan dan harus anda pisahkan terlebih dahulu. Sebaiknya, kedua jenis indukan menempati kolam berbeda dengan kedalaman 60- 80 cm. Pastikan sumber pengairan untuk dua kolam adalah paralel.

Indukan jantan berkualitas adalah sebagai berikut:

  • Sirip dada panjang dengan jari-jari tampak tebal.
  • Lapisan sirip dada terasa kasar
  • Kepala tidak lebar
  • Tubuh lebih ramping
  • Gerakannya lincah
  • Sisik cerah dan teratur

Sedangkan ciri-ciri indukan betina berkualitas yaitu:

  • Sirip dada lebih pendek, lemah, dan lunak dengan jari-jari luar tampak tipis
  • Lapisan sirip dada terasa licin
  • Kepala tampak kecil dengan bentuk meruncing
  • Tubuh lebih tebal atau gemuk
  • Gerakannya lambat dan ikan cenderung jinak

Pemberian pakan sehat dan bergizi yaitu pelet dengan kandungan protein mencapai 35%. Sedangkan untuk makanan tambahan yaitu menir atau dedak jagung. Hindari menambahkan pakan dengan kandungan lemak tinggi.

Selanjutnya perhatikan bahwa jumlah pakan pada indukan ikan mas sebaiknya tidak boleh lebih dari 4% berat tubuh tiap hari. Indukan yang sudah kawin dapat anda kawinkan lagi jika telah melakukan pemberokan atau istirahat pada kolam indukan hingga tiga bulan.

Cara Pemijahan

Teknik pemijahan dapat anda lakukan dalam dua cara yaitu pemijahan alami melalui proses perkawinan atau pemijahan buatan yaitu dengan menggunakan suntikan berisi hormon atau hipofisa. Karena ikan mas mudah dalam pemijahan, anda tidak harus memijahkan ikan menggunakan cara buatan.

Idealnya, ikan mas betina dapat anda pijahkan jika sudah berusia 1,5-2 tahun sedangkan bobot tubuh mencapai 3 kg. Pada ikan mas jantan justru masa matang gonad lebih cepat yaitu pada usia 12 bulan sedangkan bobot tubuh minimal 0,6 kg.

Ciri-ciri ikan mas betina yang sudah siap untuk Anda pindahkan yaitu jika bagian bawah perut terasa lunak, membulat dan buncit. Pada bagian alat genital tampak kemerahan, dan mengembang sedikit terbuka, sedangkan pada bagian anus tampak seperti membengkak.

Ciri-ciri ikan mas jantan yang siap untuk anda pijahkan yaitu pada bagian perut bawah jika ditekan akan mengeluarkan cairan berwarna putih atau sperma.

Sebelum melakukan pemijahan, pastikan indukan jantan dan betina ikan mas anda puasakan terlebih dahulu, caranya yaitu meletakkan indukan masing-masing tanpa Anda beri makan hingga 2 hari. Tujuan ini tak lain untuk membuang lemak pada sekitar kantong telur sehingga tidak ada hambatan dalam Pelepasan sel telur saat pemijahan.

Pemijahan pada ikan mas sebaiknya dilakukan pada kolam tanah dengan cara melakukan penjemuran, pengolahan, pengapuran, pemupukan, serta pengairan. Indukan betina ketika melakukan pemijahan membutuhkan luas kolam mencapai 6 M2 per kg bobot tubuh. Sedangkan kedalaman air kolam seharusnya yaitu 80 cm maksimal.

Jadi, induk memiliki berat 5 kg maka membutuhkan kolam hingga 30 M2. Kolam seluas 100 M2 sudah ideal untuk 3 indukan, 1 induk jantan dan 2 induk betina.

Membuat Kakaban

Hal berikutnya yang harus anda sediakan yaitu kakaban, tempat bagi ikan mas untuk meletakkan seluruh telur yang telah mereka buahi. Kakaban dapat anda buat dari ijuk dan gunakan bilah bambu untuk menjepit serta berikan pemberat supaya kakaban dapat tenggelam di dalam air. Biasanya, kakaban memiliki lebar 40 cm sedangkan panjangnya bervariasi bisa mencapai 2 meter.

Cara membuat kakaban:

  • Sisir api ijuk menggunakan sisir kawat dan letakkan secara berjajar hingga menyesuaikan panjang kakaban
  • Siapkan sebanyak 2 bilah bambu sebagai penjepit ijuk pada bagian tengah adalah bagian yang anda jepit
  • Supaya ijuk dapat terjepit secara kuat gunakan paku pada dua bilah bambu.
  • Jika kakaban memiliki ukuran 40 x 100 cm, maka anda harus membuat 5-6 untuk tiap kg induk ikan mas. Misalnya, induk mas dengan bobot 5 kg membutuhkan hingga 30 kakaban. Lanjutkan dengan memasang kakaban pada dasar kolam dan ikat pada batok yang telah menancap pada dasar kolam sampai kakaban melayang.

Jika kakaban sudah siap, tahap berikutnya yaitu melepas induk betina dan jantan secara bersamaan dengan perbandingan 1 jantan dan 2 atau 3 betina.

Melepaskan induk saat sore hari sehingga proses pemijahan dapat terjadi saat dini hari. Tanda pemijahan terjadi yaitu adanya ikan yang saling bekerjaran dan terdapat bau amis yang berada pada permukaan air kolam. Anda juga harus mengamati kakaban setelah 24 jam pelepasan induk dalam kolam pijah.

Biasanya kakaban sudah penuh dengan telur menempel, sehingga Anda juga harus menggoyangkan kakaban agar tidak ada lumpur. Lalu, angkat untuk anda pindah ke kolam penetasan. Siapkan kolam penetasan sehari sebelum pemijahan.

Kolam Penetasan dan Perawatan Telur Ikan Mas

Menetaskan telur hasil pemijahan pada ikan mas dapat Anda lakukan pada berbagai tempat. Misalnya Anda dapat menggunakan kolam terpal, bak semen, bak fiber, akuarium, atau kolam beton.

Jika anda ingin menetaskan telur dalam kolam, kolam tersebut sudah anda sediakan hapa. Hapa merupakan jaring halus ukuran 1 mm bahkan lebih kecil dari ukuran telur, lalu letakkan dalam kolam. Ketika proses pemijahan selesai dan anda telah memindahkan kakaban yang sudah ada telur, bersihkan kakaban dari lumpur terlebih dahulu dengan cara menggoyangkannya secara lembut, angkat dan pindah pada kolam penetasan.

Syarat kolam penetasan telur ikan mas yaitu:

  1. Tidak terkena air hujan atau dari panas berlebihan
  2. Sudah anda berikan methylene blue untuk mencegah jamur
  3. Rendam kakaban dengan methylene blue agar proses penetasan pada hapa berhasil
  4. Letakkan kakaban 10 cm pada bawah permukaan air
  5. Suhu ideal tidak boleh lebih dari 30 derajat C atau kurang dari 28 derajat C.
  6. Jika Larva sudah tampak, tidak perlu Anda berikan pakan karena masih terdapat kuning telur yang melekat pada tubuh Larva sebagai cadangan makanan
  7. Jika sudah berusia dua atau tiga hari, Beri pakan berupa kuning telur yang sudah direbus lalu lumat dan campurkan dengan air sebanyak 1 liter
  8. Berikan pakan benih ikan setiap pagi dan sore
  9. Melakukan pemeliharaan dan perawatan Larva sampai 1 minggu secara rutin seperti cara di atas sehingga Larva mencapai ukuran 2 cm
  10. Pindahkan larva ikan mas pada kolam pendederan untuk membesarkan benih.

Pendederan Benih Ikan Mas

Terdapat empat tahap pendederan dalam budidaya ikan mas. Pendederan yaitu tahapan untuk menumbuhkan benih dalam budidaya. Pada masing-masing tingkatan umur tentu membutuhkan perlakuan berbeda. Itulah mengapa, tahap pendederan terjadi dalam beberapa tahap.

Kolam pendederan pertama yaitu untuk Larva ikan mas usia 7 hari. Pindahkan larva dari kolam penetasan telur ke kolam pendederan pertama. Anda dapat menggunakan kolam budidaya pembesaran untuk pendederan pertama.

Jika menggunakan kolam tanah, lakukan proses pengeringan, penjemuran, pengapuran, pemupukan serta pengisian air.

Padat tebar pada pendederan pertama yaitu sebanyak 200 ekor per m2. Sedangkan kedalaman air sebaiknya 60 cm. Upayakan agar sirkulasi air tidak begitu deras sebab benih Larva masih sangat kecil. Tambahkan saringan halus untuk masukan dan pengeluaran air. Fungsinya supaya tidak ada kecebong atau kodok masuk dalam kolam dan bersaing dengan seluruh benih ikan.

Lakukan pelepasan benih saat pagi hari yaitu dengan cara memasukkan benih dan wadahnya dalam kolam. Miringkan wadah secara perlahan supaya seluruh benih dapat berenang keluar secara mandiri dan jangan pernah memaksa benih. Hal ini bertujuan supaya benih beradaptasi langsung dengan lingkungan kolam baru.

Pendederan Pertama

Pada kolam pendederan pertama, berikan pakan biota air dan berikan pakan halus sebagai tambahan pakan. Pada pendederan pertama membutuhkan perawatan sampai 4 minggu hingga ukuran benih mencapai 3 cm.

Pendederan Kedua

Pendederan kedua dapat Anda lakukan pada kolom yang sama tanpa perlu pemindahan. Perbedaannya yaitu pada pendederan kedua pada tebal ikan harus menjadi perhatian anda yaitu dengan total 75 ekor per m2. Artinya, pindah sebagian ikan ke kolam lain supaya pada tebar sudah sesuai. Dibutuhkan waktu 4 minggu untuk pendederan kedua dengan benih mencapai 5 cm.

Pendederan Ketiga

Pendederan ketiga membutuhkan jenis kolam yang sama dengan pendederan lainnya dengan padat tebar yaitu 30 ekor per m2. Lakukan perawatan sampai pada pendederan ketiga menghasilkan benih dengan panjang mencapai 8 cm. Perawatan pada pendederan ketiga yaitu 4 minggu.

Pendederan Keempat

Pendederan ini merupakan pendederan dengan tahap kepadatan tebar 3-5 ekor per m2 dengan panjang benih hingga 12 cm dan bobot tubuh mencapai 100 gram per ekor. Ukuran ikan pada pendederan ke-4 sudah dapat anda jadikan sebagai bibit budidaya pembesaran.

Cara memberi makan ikan mas

Pemberian pakan ikan mas dapat dengan menyediakan pakan yang memiliki kandungan protein sebanyak 25%, 3 sampai 4% makanan dari bobot ikan. Untuk menghindari sisa pakan yang dapat mengotori air, ada baiknya untuk memberikan pakan saat pagi dan sore hari.

Pakan yang masih tersisa pada permukaan air dapat menyebabkan masalah, seperti penyakit ikan serta mengurangi kadar oksigen akibat adanya pembusukan.

Ikan Mas Mantap

Penyakit Ikan Mas dan Pengobatan

Risiko budidaya ikan mas yaitu adalah hama dan penyakit yang wajib Anda cegah. Selain dapat menurunkan produktivitas, hama dan penyakit pada budidaya dapat menyebabkan gagal panen yang justru membuat Anda harus menelan kerugian.

Berikut adalah hama yang merusak budidaya ikan mas dan  pencegahannya:

Hama Pengendalian
Bebeasan Memasang saringan halus

Memercikan minyak tanah hingga 5cc per M2 jika sudah terserang

Ucrit Bersihkan kolam dari material organik, pasang saringan pada saluran pintu masuk kolam pakai kawat halus

Menangkap ucrit manual, dan memercikkan minyak tanah pada permukaan air

Ikan Gabus Menjemur dasar kolam sebelum budidaya, pasang saringan terbuat dari ijuk sampai rapat

Memancing ikan gabus

Belut & Kepiting Pancing belut dan kepiting dari lubangnya
Kodok & ular Tangkap ular secara manual

Bersihkan kolam dari telur kodok

Linsang Pasang ranting bambu  untuk memagari kolam dan tambahkan lampu penerangan

 

Berikut adalah macam-macam penyakit pada ikan mas dan bagaimana cara mengobatinya:

Bintik Putih

White spot muncul karena serangan protozoa dengan gejala bintik putih, insang dan permukaan tubuh berlendir, gerakan ikan tampak lambat, dan ikan kesulitan bernafas. Jika sudah parah, ikan akan mengalami pendarahan.

Cara pengobatan: Rendam ikan selama 24 jam menggunakan methylene blue 1%, dan ambil sebanyak 2-4cc lalu campur dalam 4 liter air.

Bengkak

Penyebabnya adalah spora karena kolam tidak menggunakan proses pengeringan dan penjemuran terlebih dahulu.

Tidak ada obat efektif untuk penyakit ini, sehingga sebaiknya anda mencegah dengan memberikan kapur tohor ketika mengolah dasar kolam tanah, dosis 200 gram kapur tohor per m2.

Cacing Insang

Penyebabnya cacing kulit atau cacing insang, sehingga tampak gejala seperti penebalan atau pendarahan insang, ikan gatal sehingga menggosokkan badan pada dinding kolam, ikan mas tampak kurus, sirip rontok, dan sisik buram.

Rendam menggunakan formalin sebanyak 250 gram per m3 hingga 15 menit. Atau gunakan methylene blue dan rendam 24 jam, dengan dosis hingga 3 gram per m3.

Panen ikan mas

Panen ikan mas juga sudah mencapai ukuran 300800 gram setiap ekor. Anda dapat melakukan panen jika usia ikan mencapai 6 atau 8 bulan. Lakukan sortir sesuai ukuran jika ingin menjual hasil panen ke pasar. Biasanya, petani memberikan harga sekitar Rp 25.000, mengikuti harga pasar.

 

Tinggalkan Balasan