Cara Sukses Budidaya Ikan Molly Hasilkan Puluhan Juta

8 min read

ikan molly

Budidaya ikan molly adalah salah satu contoh bahwa hobi tentang ikan ternyata bisa menghasilkan prospek bisnis lumayan. Ikan molly termasuk dalam ikan hias air tawar dengan ciri khas perut buncit dan badan gendut.

Budidaya Molly terbilang sangat mudah dan bahkan tidak perlu peralatan dengan harga mahal. Kamu dapat menggunakan akuarium serta filter yang bagus supaya ikan molly dapat berkembang dengan baik. Berikan pula pakan berkualitas untuk meningkatkan corak warna ikan, sama seperti ikan cupang atau juga ikan louhan.

Mengapa Budidaya Ikan Molly

Tahun 2020 ini, KKP terus berusaha meningkatkan produksi perikanan budidaya termasuk budidaya ikan molly inovasi 2 tahun terakhir menurut KKP menunjukkan konsep aquascape, menghasilkan berbagai jenis ikan hias berukuran kecil mulai dari ikan guppy, ikan neon, ikan sumatera, dan lainnya.

Ikan Molly

Alasan utama mengapa Anda harus budidaya ikan molly adalah karena relatif stabil dari segi harga dan jumlah peminat. Corak ikan molly sangat kaya dengan tampilannya yang lucu dan warna bervariasi mulai dari coklat, oranye, hitam dan lainnya.

Jenis-Jenis Ikan Molly

Berikut adalah berbagai jenis ikan molly bervariasi yang populer di pasaran:

Black Molly

Jenis ikan molly, warna hitam legam dan harganya yang sangat mahal mencapai Rp10.000 per ekor.

Molly Balon

Molly balon adalah jenis ikan molly dengan perut buncit dan ukuran lebih besar seperti balon. Jenis ini jika memiliki warna beragam dari kuning, belang-belang, cokelat. Harganya di pasaran mencapai Rp 5.000 per ekor.

Molly Marble

Molly Marble adalah hasil perkawinan silang dengan ciri khas tubuh bulat dan terdapat hiasan belang-belang, dan bentuk tubuhnya mirip molly balon.

Harga molly Marble mencapai Rp 3.000 per ekor.

Golden black molly

Adalah salah satu molly terkecil dan terbilang populer karena ukurannya mungil dan membuatnya tampak lucu. Harganya terbilang murah yaitu sekitar Rp 3.000 per ekor.

Silver molly

Sama seperti black molly, hanya saja silver Molly punya tubuh silver pada seluruh bagiannya dengan harga pasaran mencapai Rp 5.000 per ekor.

Ikan Marble Lyretail Molly

Sebuah spesies Molly keturunan Molly Marble dengan ciri khas bintik hitam serta ekor melengkung mirip huruf V. Harga ikan tersebut dibanderol sekitar Rp 2.000 per ekor.

White Pot Belly Molly

Ikan molly yang unik dengan tubuh seperti balon dan tampak bulan dengan harga paling mahal Rp 4.000 per ekor.

Golden molly

Jenis ikan molly paling langka dengan warna orange tampak bersih dan cantik. Karena merupakan jenis langka, maka harga mencapai hingga Rp 15.000 tiap ekornya.

Yucatan molly

Adalah ikan yang mirip dengan Sailfin Molly dengan panjang mencapai 12 cm bersisik merah orange dan putih serta bentuk sirip lebar. Harga ikan molly tersebut mencapai Rp 15.000.

Atlantic molly

Warnanya tampak apik serta cocok untuk penghias aquarium. Harganya mulai dari Rp 20.000 per ekor.

Persiapan Kolam Budidaya Ikan Molly

Ketika ingin budidaya ikan molly, siapkan terlebih dahulu tempat budidaya. Bagian ini sangat penting karena merupakan penunjang yang nantinya akan mempengaruhi keberhasilan budidaya.

Dalam hal ini anda membutuhkan akuarium dari kaca.

Ikan molly sangat suka dengan tempat terbuka dan pencahayaan cukup. Walaupun demikian, anda dapat memilih kolam semen untuk ternak Molly karena daya tampungnya yang lebih besar.

Perlu diingat bahwa ketika menggunakan kolam semen harus didesain khusus, supaya ikan molly dapat hidup serta tumbuh. Tidak sedikit juga pembudidaya yang mulai berinovasi yaitu dengan memanfaatkan ember karena kemudahan dalam pergantian air.

Suhu Air

Ikan molly membutuhkan suhu air yang tepat supaya dapat hidup secara baik. Masing-masing punya kriteria tersendiri terutama dalam hal suhu air. Ikan molly Justru lebih suka tinggal pada suhu air mulai 24 hingga 30 derajat Celcius.

Apa yang terjadi kalau ikan molly tinggal pada suhu air dibawah 24 derajat Celcius? Maka ikan tidak akan dapat berkembang dan bertahan lebih lama sehingga dapat menyebabkan kematian. Jika anda berencana melakukan ternak molly dalam akuarium, pastikan untuk menambah tabung oksigen supaya kebutuhan oksigen selalu terpenuhi.

Cara Membedakan Molly Jantan & Betina

Jika Anda sudah mempersiapkan kolam dan memastikan suhu air sudah tepat, maka hal berikutnya yaitu membedakan jenis kelamin ikan molly.

Ikan molly jantan memiliki tubuh yang kecil dan ramping jika dibandingkan molly betina. Sementara ikan betina cenderung punya tubuh bulat dan lebih besar.

Perhatikan juga pada bagian bentuk kepala. Ikan hias Molly jantan memiliki kepala lebih kecil dengan Jarak antara ujung mulut dan mata begitu dekat. Sedangkan pada ikan molly betina justru memiliki mulut lebih besar dengan bentuk tubuhnya dan mulutnya Justru lebih mancung.

Perbedaan selanjutnya dapat Anda lihat dari corak warna. Ikan molly betina memiliki ragam warna bervariasi namun tampak sedikit gelap dan kurang menawan. Sedangkan pada ikan molly jantan justru warnanya lebih cerah dan lebih menarik karena fungsinya untuk menarik perhatian para ikan betina.

Perhatikan juga pada bagian bentuk sirip. Ciri ikan molly tampak seperti ikan cupang tapi tidak begitu lebar. Jika tampak lebih lebar dan panjang dengan warna berseri maka itu adalah ikan molly jantan. Sedangkan ikan molly betina justru memiliki sirip kecil dan pendek serta warna cenderung satu yang dominan.

Perbedaan terakhir antara Molly jantan dan Molly betina dapat terlihat dari bagian sirip bawah perut. Molly jantan memiliki gonopodium, sebuah sirip runcing pada bagian bawah perutnya yang mana bagian ini justru tidak ada pada ikan molly betina.

Untuk pematangan gonad induk ikan molly, berikut adalah syarat budidaya yang harus anda penuhi:

  • Gunakan wadah aquarium ukuran 80 x 40 x 40 cm.
  • Kedalaman air sekitar 30 cm
  • Calon induk jantan atau betina dapat anda pelihara secara terpisah
  • Kepadatan pemeliharaan induk yaitu 30-50 ekor benih per M2, atau 1-2 ekor per liter.
  • Jenis pakan yaitu cacing darah, cacing sutra, atau pelet terapung 0,8 mm
  • Dosis pakan 3% per biomassa basah per hari dengan frekuensi pakan tiga kali sehari.

Cara Budidaya Ikan Molly – Menjodohkan Ikan

Nah, budidaya peranakan ikan dapat Anda mulai dengan mengetahui seperti apa cara menjodohkan ikan molly yang benar. Perjodohan tidak boleh sembarangan karena anda harus cermat memilih mana ikan molly yang sudah siap dijodohkan.

Supaya Anda dapat memastikan bahwa ikan tersebut sudah berusia matang, maka anda dapat melihat dari bagian kelamin. Kalau tampak cerah maka sudah siap dikawinkan sehingga Anda dapat langsung memasukkan 1 pasang bibit ikan molly betina dan jantan dalam akuarium khusus.

Lalu, tunggu hingga dua atau tiga hari sampai ikan molly sudah melahirkan.

Melihat ikan molly hamil tidak mudah karena setiap ikan molly pasti memiliki perut besar. Beberapa jenis ikan molly justru punya bintik hitam pada bagian perut yang tampak semakin jelas ketika usia kehamilan sudah lama dan akan segera lahir anakan.

Ikan molly yang siap kawin yaitu jika sudah memasuki usia 4-5. Pastikan bahwa sel telur ikan sudah matang dan ikan tidak boleh dalam kondisi stress ketika proses perkawinan

Agar molly dapat beranak secara cepat ketika sudah usia 4 bulan lebih, anda dapat memasukkan ikan molly betina 2 ekor dan ikan jantan 1 ekor.

Syarat pemijahan induk

  • Letakkan pada wadah akuarium ukuran 80 x 40 x 40 cm
  • Sebelum pemijahan, induk jantan dan induk betina dipuasakan (pemberokan) selama 1 hari.
  • Perbandingan induk jantan dan induk betina yaitu 1:3 (pastikan jumlah betina lebih banyak dibandingkan dengan jumlah induk jantan)
  • Media telur yaitu eceng gondok atau tali rafia dengan pemberat logam atau batu
  • Metode pemijahan secara alami dengan penyatuan antara induk jantan serta betina sebaiknya dilakukan saat sore hari
  • Biasanya pemilihan membutuhkan waktu paling lama maksimal 2 minggu
  • Setelah proses pemijahan, pindahkan induk betina pada wadah pengeraman serta induk jantan dapat anda kembalikan pada wadah pemeliharaan induk.
  • Berikan sirkulasi oksigen menggunakan aerator atau air terus mengalir pada wadah pemijahan untuk menjaga kadar oksigen

Cara Merawat Ikan Molly

Ketika induk betina Molly sudah melahirkan, pindahkan induk pada akuarium atau bak plastik khusus.

Sebaiknya, hindari mencampur anakan ikan dengan induknya atau ikan lainnya sudah dewasa karena justru anakan ikan bisa habis dimangsa.

Pada mobil yang sudah dewasa, makanan ikan molly yang dapat anda berikan adalah cacing pipih. Makanan tersebut terbilang sangat baik karena kandungan nutrisi tinggi yang mendukung pertumbuhan ikan hias tersebut. Atau jika kesulitan mencari cacing pipih, anda dapat memberikan alternatif yaitu pur.

Dalam budidaya molly, hal penting yang tidak boleh Anda abaikan yaitu memelihara kebersihan air kolam. Jika kolam keruh atau kotor, molly tidak akan berkembang dengan baik.

Kuman terlalu banyak dapat menginfeksi dan menyebabkan timbulnya berbagai penyakit yang membunuh ikan hias tersebut. Itulah mengapa anda harus rajin bersihkan kolam akuarium atau kolam apapun untuk pembibitan molly.

Caranya yaitu dengan rajin bersihkan dasar kolam selama satu atau dua minggu sekali. Cara lainnya yaitu dengan menggunakan selang oksigen supaya air kolam tidak mudah keruh.

Ketika proses panen, Anda dapat melakukannya saat saat anakan sudah berusia 3-4 bulan. Lakukan seleksi dengan cara memisahkan ikan molly jantan dan betina sesuai dengan ciri-ciri yang sudah anda pelajari.

Budidaya Ikan Molly – Cara Memberi Makan Ikan

Carilah pur ikan yang tidak terlalu besar supaya ikan Molly dapat mencerna secara mudah.

Bagi benih molly, makanan terbaik yaitu kutu air dengan cara beli di pasar atau di toko pakan hewan.

Untuk menghemat biaya makanan ikan, anda juga dapat mencoba berburu kutu air pada saluran pembuangan air dan berikan juga Pur ikan atau vitamin pada ikan hias Molly supaya cepat tumbuhnya.

Penyakit Paling Umum Ikan Molly

Sifat ikan molly yang cinta damai membuat ikan tersebut dapat anda budidayakan bersama dengan ikan hias lain contohnya dengan ikan gupy atau ikan pelatih dan beberapa ikan hias kecil lain.

Ada 5 penyakit yang paling sering ditemui pada ikan molly antara lain:

White spot

Penyakit bintik putih tersebut dikarenakan oleh serangan parasit yang menyerang pada bagian sel kulit ikan serta menghasilkan bercak bintik pada ekor dan sirip punggung.

Gejala yaitu ikan sering muncul pada permukaan air dan mengeluarkan lendir kulit serta tampak bintik putih pada Bagian insang, sirip, dan kulit.

Cara mengobatinya yaitu dengan merendam ikan dalam larutan NaCl sebanyak 25%, rendam selama 10 menit sampai 15 menit

Alternatif lainnya yaitu memasukkan iklan dalam larutan formalin sebanyak 25 mg per liter dan tambahkan malachite green sebanyak 0,2mg selama 24jam.

Cara alami menggunakan bahan yang disebut mahkota dewa sebanyak 50 irisan lalu rebus sampai dari tiga gelas air menjadi 1 gelas dan memasukkan ramuan dalam akuarium. Lakukan secara rutin setiap ganti air.

Gyrodactylus SP

Serangan Protozoa yang membuat kulit ikan molly terluka karena cara menyerangnya yaitu dengan menggerogoti sampai ikan molly mengeluarkan darah. Jika dibiarkan maka akan menyebabkan jamuran pada ikan.

Apabila ikan tampak berlendir pada kulit luar serta nafsu makan berkurang sangat erat dengan badan tanpa mengeluarkan darah maka itu adalah serangan protozoa.

Cara mengendalikannya yaitu dengan menggunakan larutan formalin sebanyak 2,5 ml hingga 10 menit serta NH4Cl 25 gram dalam 1 liter air selama 15 menit.

Untuk pengobatan alami dapat menggunakan daun sirih sebanyak 20 lembar yang Anda rebus dengan 3 gelas air. Dinginkan dan masukkan dalam akuarium jika sudah tersisa 1 gelas. Lalu gunakan ramuan tersebut kapan saja ketika  mengganti air.

Saprolegnia

Tubuh ikan di tumbuhi jamur yang muncul karena luka pada kulit. Jika ikan molly  menggesekan tubuhnya pada benda disekitar dan tampak serat halus warna putih pada bagian yang terluka maka itu tandanya ikan tersebut sedang terkena penyakit jamur.

Cara mengobatinya yaitu dengan merendam larutan malachite Green perbandingan 1:200.000 ml sampai setengah jam.

Lerneae Sp

Penyakit tersebut terjadi karena serangan cacing yang masuk kedalam bagian kulit daging. Ikan molly yang terinfeksi akan langsung terluka dan bahkan mengalami pendarahan.

Ikan yang terkena serangan cacing ini juga tampak kurus dan bahkan anda dapat melihat cacing pada kulit ikan.

Cara mengobatinya yaitu dengan merendam ikan molly pada larutan KmNo4 sebanyak 20 ppm selama sekitar 120 menit. Atau, merendam ikan pada larutan NaCl sebanyak 20% selama 15 menit.

Sedangkan cara alami untuk mengobatinya yaitu menggunakan 50 bagian irisan mahkota dewa dan rebus bersama 3 gelas air.

Tunggu sampai hanya tersisa 1 gelas dan biarkan hingga dingin sebelum Anda masukkan dalam akuarium setiap kali penggantian air.

Argulus SP

Dalam budidaya ikan molly, penyakit ini terjadi karena serangan kutu air yang masuk dalam tubuh dan menghisap darah. Kutu air kemudian membuat sarang sebagai tempat berkembang telur dan penyakit ini terbilang jarang pada ikan molly yang hidup dalam akuarium. Namun dapat terjadi pada ikan molly yang anda budidayakan pada kolam atau bak.

Gejala penyakitnya yaitu terdapat kutu menempel pada insang, dampak pendarahan pada bekas gigitan, tampak bercak-bercak pada bagian perut molly.

Cara mengobatinya secara alami yaitu dengan merendam ikan dalam garam dapur sekitar 10 sampai 15 kg per M3. Atau 10-50 gram tiap liter air.

Cara lainnya yaitu dengan menggunakan cangkang mahkotadewa yang sudah Anda iris, hingga 50 bagian dan rebus menggunakan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Masukkan ramuan dalam akuarium atau bak tempat budidaya ikan molly.

Selain berbagai macam jenis penyakit tersebut, ternak ikan molly dapat berujung kematian pada ikan Jika ikan mengalami stress, lingkungan kotor, kurang nafsu makan, dan faktor usia.

Itulah informasi lengkap tentang cara budidaya ikan molly. Permintaan ikan yang terus meningkat membuat bisnis molly jadi ladang rejeki bagi banyak orang loh!

 

Incoming search terms:

  • cara membudidaya anakan ikan molly
  • indukan ikan molly ukuran jumbo

Tinggalkan Balasan